Tim JPU Melakukan Pemeriksaan Tambahan Terhadap Tersangka BT dan Melakukan Penahanan

Bagikan ke Media Sosial

Jumat, (21/01/2022), Sekira Pukul 13:30.WIT Kepala Kejaksaan Negeri Sorong bapak, Erwin Priyadi Hamonangan Saragih, SH.,MH melalui Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus bapak, Khusnul Fuad, SH dan bapak, I Putu Iskadi Kekeran, SH telah menerima penyerahan tsk & barang bukti Dugaan Tindak Pidana Korupsi perluasan jaringan listrik tegangan rendah dan menengah pada Dinas Pertambangan dan Energi pada Kabupaten Raja Ampat Tahun Anggaran 2010 dengan perkiraan kerugian negara sebesar Rp. 1.360.811.580,- (satu milyar tiga ratus enam puluh delapan ratus sebelas ribu lima ratus delapan puluh rupiah).

Setelah berkas perkara tindak pidana korupsi dinyatakan lengkap (P-21) Tim Jaksa Tindak Pidana Khusus langsung melakukan pemeriksaan tambahan & melakukan penahan tersangka BT. Tersangka BT dilakukan penahanan  di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIb Sorong selama 20 (dua puluh) hari terhitung mulai tanggal 21 Januari sampai dengan tanggal 09 Februari 2022 dan tahapan selanjutnya akan dilimpahkan pengadilan untuk proses persidangan.

Bahwa tersangka BT melanggar Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 ayat (1) Undang-undang Nomor : 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-undang Nomor : 20 tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP dan Pasal 3 Undang-undang Nomor : 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-undang Nomor : 20 tahun 2001 Tentang Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) KUHP ke-1 KUHP Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Sebelumnya tersangka BT masuk dalam daftar pencarian (DPO) dalam kasus PLTD Raja Ampat tertangkap pada Rabu, (25/11/2021) pukul 18.35 WIB di Jalan Karet Pedurenan Raya No. 60, Setiabudi, Jakarta Selatan. oleh Tim gabungan bidang Intelijen Kejaksaan Agung dan Intelijen Kejati Papua Barat dan Kejari Sorong. (adminsorong)