Terlibat Proyek Fiktif, Kejari Sorong Tahan PNS Raja Ampat

Bagikan ke Media Sosial

SORONG – Kejaksaan Negeri Sorong, Provinsi Papua Barat, menahan seorang PNS yang diduga terlibat proyek fiktif di Pulau Rumtum dan Reni di Kabupaten Raja Ampat pada 2014.

Pegawai eselon III di Badan Perbatasan Daerah Raja Ampat yang berinisial YLW tersebut, ditahan usai menjalani pemeriksaan oleh tim penyidik Kejaksaan Negeri Sorong, tadi malam.Kepala Kejaksaan Negeri Sorong Damran Muin mengatakan, pelaku ditahan agar tidak menghilangkan barang bukti serta melarikan diri.

Selain itu, tersangka YLW ditahan untuk diproses hukum dan mempertanggungjawabkan proyek pembangunan jembatan di Pulau Rumtum dan Reni Kabupaten Raja Ampat yang merugikan keuangan negara senilai Rp4,4 miliar.

Proyek pembangunan jembatan itu, kata dia, menggunakan dua sumber anggaran, yakni APBN senilai Rp4 miliar dan APBD senilai Rp400 juta.

“Anggaran proyek pembangunan jembatan tersebut sudah dicairkan 100 persen namun sampai sekarang jembatan tidak dibangun atau proyek fiktif,” ujar Damran, Jumat (24/6/2016).

Tidak hanya YLW, sebelumnya pihaknya juga menahan seorang kontraktor beriniasial SI atas proyek fiktif tersebut. Sampai saat inisebanyak dua PNS lain di Kabupaten Raja Ampat juga diduga terlibat pula dalam kasus ini. Namun keduanya belum menghadiri panggilan kejaksaan untuk diperiksa.

“Kami akan memanggil kedua PNS tersebut satu kali lagi, dan apabila tidak menghadiri panggilan maka akan di jemput paksa,” pungkasnya.