Kejati Papua Tetapkan Dua Kontraktor Tersangka Korupsi Pelaksanaan Proyek pada Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Raja Ampat Tahun Anggaran 2012-2015

Bagikan ke Media Sosial

Tim Penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kejaksaan Tinggi Papua Lukas Alexander Sinuraya, SH.,MH, Nixon Mahuse, SH.,MH, Jusak E. Ayomi, SH.,MH Joh W. Rayar, SH. Selasa 17/9/19), menetapkan Direktur CV. Tanjung Alang Perkasa berinisial DHR sebagai tersangka dalam dugaan tindak pidana korupsi terkait pelaksanaan proyek-proyek pada Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Raja Ampat untuk paket pekerjaan B-25 pengadaan Motor Tempel 15 PK Tahun Anggaran 2012 s/d 2015, paket pekerjaan B-25 Pengadaan Katinting 5/5 PK Tahun Anggaran 2012 dan 2014 dan paket Pekerjaan B-2 pengadaan Jaring Apung Aquatic 4 (empat) lubang Tahun Anggaran 2015 yang menyebabkan kerugian Keuangan Negara/ Daerah kurang lebih sebesar Rp. 3.941.619.000,- (tiga milyar Sembilan ratus empat puluh satu juta enam ratus Sembilan belas ribu rupiah).

Selain Direktur CV. Tanjung Alang Perkasa Tim Penyidik Tipikor Kejati juga menetapkan tersangka berinisial OBAI Direktur CV. PAMOR SORONG diduga melakukan pelaksanaan pekerjaan pengadaan Motor Tempel 15 PK Tahun 2013 dan 2015 pada Dinas Kelautan dan Perikanan Kab. Raja Ampat yang menyebabkan kerugian negara kurang lebih sebesar Rp. 1.091.453.000,- (satu milyar Sembilan puluh satu juta empat ratus lima puluh tiga ribu rupiah) selaku penyedia Barang/jasa.

Kepala Kejaksaan Tinggi Papua melalui Aspidsus Lukas Alexander Sinuraya, SH.,MH didampingi Koordinator Tipikor Nixon Mahuse, SH.,MH, Kasidik Jusak E. Ayomi, SH.,MH dan John W. Rayar,SH.,MH membenarkan terkait penetapan tersangka terhadap kedua Kontraktor tersebut.

” 2 (dua) Kontraktor ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan tindak pidana korupsi Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Raja Ampat untuk paket pekerjaan B-25 pengadaan Motor Tempel 15 PK Tahun Anggaran 2012 s/d 2015, paket pekerjaan B-25 Pengadaan Katinting 5/5 PK Tahun Anggaran 2012 dan 2014 dan pengadaan Motor Tempel 15 PK Tahun 2013 dan 2015. Setelah penetapan tersangka, langsung dilakukan penahanan,” jelas Aspidsus Lukas Alexander Sinuraya (Adminsorong)