KEJARI SIDIK 2 KASUS KORUPSI,Ahmad Muhdhor : Kita Tunggu Hasil Audit BPK

Bagikan ke Media Sosial

Penyidik Tindak Pidana Korupsi Kejaksaan Negeri (Kejari) Sorong kini sedang melakukan penyidikan (sidik) dua kasus dugaan tindak pidana korupsi di salah satu kabupaten pemekaran di wilayah Sorong Raya. Demikian disampaikan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sorong, Ahmad Muhdhor,SH,MH saat diwawancarai wartawan usai penandatanganan kerja sama Program Siaran “Jaksa Menyapa” di kantor RRI Sorong, Kamis (18/1).

Sayangnya, orang nomor satu di Kejari Sorong ini belum secara rinci menyebutkan kasus apa yang sedang dalam penyidikan oleh tim penyidik tindak pidana khusus yang telah dibentuknya pada akhir tahun lalu tersebut. “Kalau penyidikan kita sudah dua kasus yang sedang dalam proses. Kalau sudah waktunya nanti baru kita umumkan,” ujar Kajari Sorong.

Dua kasus tersebut lanjut Kajari, sedang dalam proses penghitungan (audit) oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Provinsi Papua Barat. “Kalau hasilnya sudah disampaikan dari BPK ke Kejaksaan terkait indikasi dugaan penyalahgunaan keuangan negara (korupsi), maka kita akan umumkan,” kata Kajari sembari menambahkan bahwa dalam waktu yang tidak terlalu lama BPK akan menyampaikan hasil audit investigasi kepada kejaksaan.

Kajari bahkan tidak mau menyebutkan nama kabupaten yang kasus korupsi apa sedang dalam penyidikan itu. “Kasusnya ada di kabupaten pemekaran yang ada di Sorong Raya, kita tunggu saja ya,” ucapnya.

Disinggung kapan hasil audit BPK diserahkan ke Kejaksaan dan target penyelesaian kasus ini, Kajari belum mau berkomentar lebih jauh dengan alasan masih menunggu hasil audit BPK. “Auditnya belum turun, kita tunggu saja lah, kalau sudah turun baru kita bisa jadwalkan sampai penuntutan,” tandasnya.

Kajari menegaskan, setiap kasus yang sampai di Kejaksaan, baik itu sifatnya perdata, pidana umum maupun kasus korupsi (pidana khusus), tidak ada yang ditutup-tutupi. Lembaga dan aparat yang dipimpinnya, dipastikannya bekerja profesional, transparan dan tuntas. “Intinya kita akan tingkatkan kinerja, kasus-kasus yang ditangani harus berjalan sebaik mungkin, tidak mencederai orang dan semua harus tuntas,” tegasnya.

Terkait kinerjanya di tahun 2017, Kajari mengaku banyak menyelesaikan kasus-kasus yang belum terselesaikan oleh pejabat sebelumnya. “Tahun kemarin banyak kita selesaikan kasus-kasus yang belum terselesaikan oleh pejabat sebelumnya, dan di tahun ini kita mulai kerjakan yang baru,” pungkasnya.