Kasi Pidum Kejari Sorong Memimpin Langsung Proses Eksekusi Oknum Anggota DPRD Kota Sorong

Bagikan ke Media Sosial

Sorong- Kejari Sorong malaksanakan putusan Mahkamah Agung nomor 200/K/Pid.Sus/2019 tanggal 29 April 2019, Kejari Sorong berhasil mengeksekusi Oknum anggota DPRD Kota Sorong  terpidana kasus kepemilikan 9.000 pil PCC, Hendrik Poltak Sitorus divonis bebas oleh Ketua Majelis Hakim Tomtius Jemei, SH pada 25 Juni 2018 lalu.

Kepala Seksi Tindak Pidana Umum (Kasi Pidum) Buyung Anjar Purnomo, SH, memimpin langsung proses eksekusi bersama JPU Hendry Siahaan, SH, I Putu Sastra Adi Wicaksana, SH, Imam Ramdhoni, SH dan petugas pengawal tahanan Kejari Sorong, Hendrik dieksekusi di tempat usaha penginapan miliknya, Pandawa  Rufei pada Kamis sore (20/06/2019).

Setelah dieksekusi ditempat persembunyiannya di dalam kamar mandi gudang penginapan Pandawa,  Hendrik  langsung dibawa ke Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIb Sorong untuk menjalani hukuman, terpidana dibawa menggunakan mobil tahanan Kejaksaan Negeri Sorong. Selain Hendrik Poltak Sitorus dua anak buahnya ikut diamankan lantaran diduga ikut merahasiakan tempat persembunyiannya.

JPU Hendry Siahaan, SH yang menganani perkara tersebut menjelaskan eksekusi terhadap terpidana Hendrik Poltak Sitorus, Jefri Baliude dan Irmawati berdasarkan putusan Mahkamah Agung nomor 200/K/Pid.Sus/2019 tanggal 29 April 2019.

Ketiga terpidana terbukti bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja menyediakan bahan farmasi atau alat kesehatan yang tidak memiliki izin edar. Dalam putusan tersebut Hendrik Poltak Sitorus divonis 1 tahun penjara  dengan denda 200 juta rupiah subside 2 bulan kurungan, sedang dua terpidana lainnya Jefri Baliude dan Irmawati mendapat vonis 9 bulan penjara, denda 100 juta rupiah subsider 1 bulan kurungan.  Untuk kedua terpidana Jefri Baliude dan Irmawati dalam waktu dekat kami segera eksekusi.

Henry Siahaan, SH mengakui bahwa proses berjalan selama kurang lebih satu jam terpidana bersembunyi menghindar dari upaya penangkapan yang dilakukan Kejaksaan Negeri Sorong, “ujar henry.

Sebelumnya Hendrik Poltak Sitorus dan dua anak buanya Jefri Baliude dan Irmawati divonis bebas oleh ketua majelis hakim pengadilan negeri Sorong Tomotius Jemey, SH pada tanggal 25 Juni 2018 lalu. Namun JPU henry Siahaan, SH mengajukan kasasi. (Admin)

https://youtu.be/N8PL_V48hDQ